Pantai Klayar Bikin Hati Adem

situs-pantai-klayar-agus-hadiTempo hari si Apri alias si Raja Mace (Mace = boso jowo = artine kui menjahili atau mengerjai atau mbohlah aku yo ra mudeng) ngajak pergi ke Klaten untuk silaturahmi ke rumah budhenya yang tinggal disana and guess what ?? segitu bodohnya aku yang mau aja percaya ma akal-akalan tu anak. Bener aja, pemikiran awal cuma pergi ke Klaten ternyata luput se-luput-luputnya. Aku terperangkap dalam acara touring GAGAL + putus asa yang cuma beranggotakan 4 orang menuju daerah tanpa tujuan !! #kalimatLeBaY. Dari rumah berangkat sekitar jam 11 malam dan akhirnya diperjalanan diputuskan untuk menuju Pantai Klayar di daerah Pacitan. Medan yang harus ditempuh lumayan bikin capek lantaran banyak tikungan, minim lampu jalan dan sepiiii banget. Cuma butuh waktu sekitar 3 jam untuk sampai ke lokasi lantaran si Apri bawa motor dengan gaya Valentino Rossi, ga’ peduli lobang menganga besar di tengah jalan tetap aja dihajar selama velg motornya belum benar-benar rontok.

Sampai di Pantai kok perasaan kurang enak. Kesan pertama kurang begitu berkesan, sekilas kalo dilihat kok sepertinya nih pantai ga’ ada kehidupannya. Sepi, gelap, suram – cocok untuk lokasi Uji Nyali. Sekedar iseng akhirnya coba-coba keliling sebentar di lokasi pantai dengan bermodalkan senter dan weleh weleh weleh rupanya udah ada yang berkemah disana. Perkemahannya juga ga’ tanggung-tanggung nekatnya, cuma modal jaket plus tikar doank. Juga ga’ ketinggalan sepasang kekasih mesum yang lagi asik tidur-tiduran dengan alas jaket mereka sendiri dan mungkin berharap kami ga’ ngintip.

Akhirnya udah jam 3 pagi dan ini waktunya tidur. Untung ada warung yang masih kosong dan akhirnya kita putuskan untuk tidur disana dan masalah terbesarnya adalah : aku ga’ bawa apa-apa, ga’ punya persiapan apa-apa, dan bersiaplah untuk menyongsong udara yang dingin langsung dari laut.

Pantai Klayar

Setelah melalui tidur yang ga’ nyenyak sama sekali karena diganggu oleh hawa dingin dan hawa mistis sekitar pantai akhirnya bisa bangun sekitar jam 6 pagi dan ooooooooooohhh my God ! ini pantai buagus buaaangeeeeettt duaaaaaahhhh.

Langsung siapkan kamera dan pasang muka narsis :

suasana-pagi-pantai-klayar-agushadi.com

Suasana Pagi Pantai Klayar

situs-pantai-klayar-agus

Batu Situs

Klayar Beach is Beautiful

Sumpah ini pantai indah banget. Pasirnya masih terlihat bagus dan bersih. Pemandangan yang bikin mata dan hati adem. Biarpun aku sedikit kurang setuju tapi banyak juga yang bilang kalo keindahan pantai ini cukup pantas untuk dibandingkan dengan beberapa pantai di Bali. Yuupps ga’ ada salahnya untuk berkomentar, tapi kalo seandainya pantai yang satu ini diperlakukan layaknya beberapa pantai terkenal di Indonesia mungkin pantai ini bisa berpotensi untuk menjadi objek wisata favorit. Tapi kalo menurutku sendiri nih ya, keindahan pantai ini lebih dikarenakan suasananya yang nyaman, bersih, udara sejuk dan pemandangan yang indah. Tolong jangan bandingkan keindahan pantai ini dengan pantai yang ada di Bali karena di pantai ini ga’ ada bule setengah bugil yang sedang berjemur !!! #ga’usahmikirkeras

klayar-beach

Klayar Beach

pantai-klayar-agushadi

Sisi Kiri Pantai Klayar

Tebing Batu & Seruling Samudra

Di sisi pantai Klayar terdapat banyak sekali tebing pahatan batu alami yang membuatnya tampak enak dipandang. Suasana pantai dan laut disini jadi lebih asik kalo dilihat dari ketinggian/puncak tebing.  Tapi yang paling terkenal dari pantai ini adalah keberadaan Seruling Samudra yang asik untuk ditonton sekaligus dikerjai. Sebenarnya Seruling Samudra Pantai Klayar itu ga’ lebih dari sekedar lubang yang secara alami terebentuk diantara sela-sela tebing batu. Tiap kali lubang itu dilalui ombak yang kencang maka akan ada semburan air laut yang terdorong naik ke atas sekaligus mengeluarkan bunyi nyaring.

tebing-pantai-klayar

Tebing Batu Pantai Klayar

Seruling-Samudra-Pantai-Klayar-agushadi.com

Seruling Samudra Pantai Klayar

Agak sulit untuk mengambil gambarnya karena proses semburan air laut begitu cepat. Sebenarnya waktu kami disana lebih banyak terbuang di dekat semprotan air si Seruling Laut itu. Selain memiliki semprotan yang cukup kencang, seruling samudra juga memiliki sedotan yang cukup kencang juga, makanya ada larangan untuk tidak dekat-dekat dalam radius 50 meter, tapi kenyataannya hampir semua pengunjung malah mendekatinya dalam jarak radius 50 centimeter. Banyak aksi konyol yang bisa dilakukan disini dan hanya duduk di tebing batu menunggu sambil menyaksikan semprotan seruling laut terasa membuat nyaman tapi lama-lama juga terasa konyol.

Sekitar jam 9 mulai banyak pengunjung yang datang. Sepanjang pantai sudah dipenuhi banyak sekali mobil yang berasal dari beberapa kota lain – Semarang, Jogja, Surabaya, Solo, Jakarta – pokok’e ramelah. Sepertinya banyak keluarga yang memutuskan untuk piknik di pantai ini.  Satu-satunya yang jadi masalah dengan pantai ini adalah letak lokasinya yang terlalu jauh di dalam pelosok. Jalanan untuk menuju pantai ini terlalu kecil dan hanya cukup untuk dilalui 1 mobil. Parahnya lagi ga’ ada satupun hotel di sekitar pantai ini, ntah karena memang ga’ ada investor yang tertarik atau mungkin pemerintah setempat yang memang kurang peduli sampe tega menyia-nyiakan objek wisata sebagus ini.#gelenggeleng.

Habis berkeliling. Sarapan pagi dulu di warung yang semalam kita gunakan jadi kamar hotel sambil membahas tujuan berikutnya dari acara touring ga’ jelas ini.

Pantai ini indah. Terlalu indah untuk dilewatkan. Lebih indah lagi kalo dengan kekasih. Mungkin suatu saat aku bakal kembali lagi kesana… Bersama kekasih… bersama keluarga… #SokPuitis #MalahJadiLebay.

Intinya nih ya.. biarpun proses perjalanan ke pantai yang satu ini lumayan melelahkan, lumayan bikin kesal but totally worth it.

Mari kita akhiri postingan ga’ penting ini dengan pose ala agushadi sedang bertapa mencari petunjuk ghoib dari Mbah Jambrong di Pantai Klayar.

agus-hadi-wijaya-agushadi.com

Berkomunikasi dengan Mbah Jambrong

perjalanan masih berlanjut.. masih nyambung lagi ntar… capek sing nulis..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s